Festival Seni Budaya Melayu Riau Tahun 2017

Festival Seni Budaya Melayu Riau Tahun 2017

29/11

MENILAI penting Festival Seni Budaya Melayu 2017/ Riau yang diadakan Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Riau, sebagai upaya menggesa pencapaian visi dan misi 2000-2025, Senuju.com ingin pula turut serta (berkontribusi). Lebihan lagi festival itu diikuti delegasi dari 12 Kabupaten/ Kota dan 7 masyarakat adat se Riau, juga dari 5 provinsi dan 5 negara. Maka, selain berita, in sya’a Allaah, kami sajikan pula catatan yang ditulis Dewan Redaksi – Tuan Guru H. Syafruddin Saleh Sai Gergaji, mulai Jum’at 5 Robi’ul Awwal 1439 (24 November 2017) hingga festival usai. Semoga Anda berkenan dan berkesan.

 

TAK SIASIA Pemerintah Provinsi Riau menubuhkan Dinas Kebudaya yang terpisah dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta tak pula seatap dengan Dinas Pendidikan. Belum setahun telah tampak upaya yang benar-benar giat menggesa pencapaian Visi Riau 2000-2025 (semula 2020, red.) yang berazam: "Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis, sejahtera lahir dan bathin, di Asia Tenggara Tahun 2025".
KEGIATAN berbagai rupa corak budaya diorakmunculkan kembali, yang diadakan pada rentang waktu berdekatan. Tak hanya mengajukan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke Pemerintah Pusat (Indonesia), dan UNESCO (PBB, internasional), juga megadakan Lomba Permainan Rakyat, Berbalas Pantun, dan Baca Puisi. Sukses Festival Teater Bangsawan bertema: “Bangsawan Menunjukkan Bangsa” (23-26 Muharom 1439) [13-16 Oktober 2017]), menaja pula Festival Sastra Lisan dengan tema: “Sastra Lisan Membawa Pesan), ([25-26 Oktober 2017]). Kemudian, Sosialisasi Tunjuk Ajar Melayu Pelajar dan Siswa Angkatan II, 2-4 Robi’ul Awwal 1439 (21-23 November 2017), setelah sebelumnya Angkatan I pada 3-5 Zulhijjah 1439 (27-29 Agustus 2017.
BUDAYA Melayu disemarakkan lagi oleh Disbud Riau dengan Festival Seni Budaya Melayu 2017 (Riau), 7-11 Rabi’ul Awwal 1439 (25-29 November 2017). Tak tanggung-tanggung, acara ini selain diikuti oleh 29 delegai (peserta), yaitu 12 Kabupaten/ Kota se Riau, 7 masyarakat adat, 5 Provinsi, dan 5 Negara. Pelaksanaannya pun tidak terpusat di satu tempat tapi menyebar di berbagai tempat, yaitu di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau, halaman Gedung Daerah, Anjung Seni Idrus Tintin (ASIT) di komplek Bandar Seni Raja Ali Haji (Bandar Serai), Hutan Kota, Ballroom Hotel Golden Tulip, Teater Terbuka Taman Budaya Bandar Seri Melayu – Disbud Riau, Gedung Olah Seni (GOS), dan di Laman Bujang Mat Syam – Bandar Serai.

SEMINAR Budaya Bahari yang memaparkan makalah dari Riau, Kepri, Jakarta, Singapur, dan Malaysia. Penyajian makalah dan kutipan (quotes) tentang Suku Laut. Acara prosesi menggunting rambut diikuti marhaban, nandung, dan buai anak. Ada pula Konvensi Zapin untuk mendeklarasikan Riau Sebagai Pusat Zapin, oleh maestro zapin dan pakar zapin dari Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Malaysia.
DITAMPILKAN beragam pertunjukan seni adat dan tradisi serta sastra, selain diawali arak-arakan pawai budaya diiringi kompang. Ada pertunjukan calempong oguang (Kabupaten Kampar), gazal (Sang Nila Utama, Kota Pekanbaru), 20 selodang, tari zapin dengan dua ribu penari, dan malalak. Lantas pertunjukan Masyarakat Adat Melayu (MAM) Riau (Akit Kabupaten Bengkalis, Akit Kabupaten Meranti, Sakai Kabupaten Sia, Talang Mamak Kabupaten Inhu, Bonai, Suku Laut Kabupaten Inhil, Petalangan Kabupaten Pelalawan). Randai Kuantan (Kuansing) , debus (Inhu) , joget sonde (Meranti), baugam, manolam, baghandu, maghatok, batobo (Kampar); madihin, sya’ir Ibarat Kabar Kiamat (Inhil)
DIPERTUNJUKKAN tari Zapin Api (Rupat, Kabupaten Bengkalis), Tari Gendong (Akit Meranti), Mahligai Sembilan Telingkat dan Tari Poang (Sakai), Balai Terbang dan Genggong (Talang Mamak, Inhu), Cegak dan Bedewo (Bonai), Kelintang Kuala Patah Parang (Suku Laut, Inhil), Menumbai (Petalangan). Pertunjukan Sastra Lisan Malalak (Kampar Kiri), Rantau Kopa , (Rohil), Onduo (Rohul), Tunjuk Ajar (Pekanbaru). Ada pula pembacaan puisi oleh sejumlah penyair dari Kepulauan Riau, dan Riau.

DIPAMERKAN etnofotografi dan quotes Masyarakat Adat Melayu Riau; karikatur canda benda budaya , dan aksi kartunis oleh Sindikat Kartunis Riau (SiKari). Juga pameran poster suku lauty se Dunia Makalah & Kutipan (Quotes) Suku Laut se-Dunia . Juga pameran makanan adaat asidah.
MENGARAHKAN acara besar itu, empat kurator (penyantun penuntun), diamanahkan oleh Disbud Riau, ujar Kadisbud – Tuan Raja Yoserizal Zen. Mereka, Ketua Umum dan Setia Usaha Agung Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat (MKA LAM) Riau Provinsi - YB Datuk Seri Drs. H. Alazhar, M.A. dan YB Datuk Seri Drs. H. Taufik Ikram Jamil, M.Ikom., Pakar dan Penata Tari – Tuan Iwan Irawan Permadi, serta Pemangku Adat YB Datuk Seri Drs. H. Orang Kayo Nizami Jamil. Bincang Muzakaroh Musyawaroh dilakukan pula oleh pihak Disbud, imbuh Tuan Yoserizal ke tetua adat LAM Riau pada 26 Safar 1439 (15 November 2017).

MAKA, tak siasialah hendaknya kegiatan budaya,seminar, ditampilkan, dipertnjukkan, dan dipamerkan mengarahkan Festival Seni Budaya Melayu 2017/ Riau itu. Muara tujuan dari niyat pepat ke Allaah Yang Mahazat, tentulah tiada lain untuk mengangkat harkat martabat Melayu sesuai selogat helat “ maju Melayu maju”. Tentu saja pada alur dan patut adat bersendi syara’, syara’ bersendi kitabulLaah. Semoga, in sya’a Allaah.